Pentingnya Memperhatikan Kesehatan Mental Saat Masa Pandemi

102

Belum meredanya wabah Covid-19 di Indonesia yang terjadi saat ini, membuat segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan penghidupan dan kehidupan di masyarakat masih terhambat. Menurut data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, sampai hari ini (29/6/2021) ada 2.135.998 kasus terkonfimasi positif, 218,476 kasus aktif, 1.859.961 kasus sembuh, dan 57,561 kasus meninggal.

Akibatnya, aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan masih dibatasi, seperti kegiatan belajar mengajar sekolah atau pekerjaan kantoran. Namun, kebijakan ini juga bisa berdampak pada kesehatan mental. Sedikitnya interaksi sosial bisa membuat rasa terisolasi dan kesepian, yang tentu dapat meningkatkan stress dan rasa cemas.

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dimana keduanya memiliki keterkaitan satu sama lain. Bila kesehatan mental seseorang terganggu, kemungkinan kesehatan fisik dapat ikut terganggu, begitu pula sebaliknya. Menurut WHO, kesehatan mental atau mental health merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan serta di komunitasnya. Maka dapat dipahami ketika Individu berada diluar definisi tersebut maka dimungkinkan dapat ditemukanya suatu kelainan, kita menyebutnya gangguan jiwa atau mental illness.

Dimasa pandemi Covid-19 seperti ini, banyak hal yang serba tidak menentu yang dapat mempengaruhi kesahatan mental seseorang. Mulai dari ketakutan akan tertular virus, hingga ketakutan kehilangan mata pencaharian. Hal-hal tersebut tentunya dapat memberikan tekanan mental pada seseorang.

Mengutip vice.com, hasil temuan Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, ada tiga masalah kesehatan jiwa terbesar yang rentan muncul selama pandemi. Masalah terbesar adalah kesulitan berkonsentrasi atau belajar (25,76 persen), disusul stres (23,87 persen), dan gangguan kecemasan (18,85 persen). Buruknya, kesehatan mental dapat berdampak pada produktivitas seseorang, kesehatan seseorang dalam jangka waktu yang panjang, hingga kematian.

Beberapa hal yang direkomendasikan oleh World Economic Forum terkait kiat-kiat menjaga kesehatan, dikutip dari asumsi.co, diantaranya adalah:

  1. Mengusahakan untuk tetap melakukan interaksi sosial lewat telepon atau video call untuk menghindari perasaan terisolasi.
  2. Menceritakan kekhawatiranmu pada orang lain.
  3. Menjaga kesehatan fisik dengan olahraga dan makan yang cukup.
  4. Menjaga pola tidur.
  5. fokuslah pada hal-hal yang dapat dikontrol.

Adapun beberapa kontak yang dapat dihubungi apabila membutuhkan informasi atau konsultasi terkait dengan kesehatan mental, diantaranya:

  1. Kementrian Kesehatan Indonesia, (021) 500454
  2. NGO Indonesia: Jangan Bunuh diri, (021) 9696 9293 atau email: janganbunuhdiri@yahoo.com
  3. Organisasi INTO THE LIGHT, via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) atau direct message via Twitter: @IntoTheLightID

Penulis: Willy (TS)

Editor: Doni (TS)

Dapatkan update terbaru dari kami

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.