Babak Baru Korupsi Kemensos, Pejabat, Pengacara Hingga Artis Disebut Terima Uang Suap Bansos.

136

Bandung, todaystory.media- Peristiwa dan praktek korupsi di Indonesia sepertinya sudah menjadi penyakit, tak melihat anggaran untuk program seperti apa para oknum pejabat tinggi negara tak bisa melihat yang mereka lihat hanya memperkaya diri beserta kelompoknya.

Akhir-akhir ini, Indonesia kembali dibuat heboh oleh salah satu pejabat tinggi negara yang berposisi sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia yakni Juliari Peter Batubara yang ditaksir merugikan negara sebesar 32,4 Miliar, praktek korupsi yang dilakukan didalam lingkungan kemensos merupakan perkara suap menyuap pengadaan Bantuan Sosial ( Bansos )

Seperti tak pernah usai perkara korupsi yang dilakukan Menteri Sosial Juliari Batubara, kini memasuki babak baru yang ditandai dengan dugaan aliran dana uang suap yang sampai terhadap berbagai latar belakang penyanyi, pejabat tinggi serta pengacara.

Menurut jaksa penuntut umum seperti yang dilansir dari cnn indonesia, Jaksa penuntut umum menyatakan uang dugaan suap pengadaan paket bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 turut diterima pejabat Kementerian Sosial, pedangdut, hingga pengacara.

Uang yang sampai kepada beberapa pihak tersebut diduga, merupakan uang pemberian atau uang suap dari beberapa rekanan penyedia bansos Covid-19 terhadapJuliari Batubara.

“Selain diberikan kepada terdakwa [Juliari Peter Batubara], uang fee tersebut juga diperuntukkan kepada [pihak lain],” kata jaksa membacakan dakwaan Juliari, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (21/4). Dilansir dari cnn indonesia

Dilansir dari cnn indonesia, pada pertengah bulan juli Menteri Sosial Juliari Batubara memberikan intruksi terhadap Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos, Adi Wahyono untuk memberikan sejumlah uang terhadap beberapa orang dari mulai pengacara, pejabat hingga artis dangdut.

Adapun selain memberikan beberapa uang terhadap pejabat tinggi serta pengacara, atas persetujuan Juliari Batubara Matheus sebagai pejabat pembuat komitmen kemensos, juga menggunakan fee bansos untuk kegiatan operasional Juliara, dengan rincian sebagai berikut

  1. Pembelian handphone untuk pejabat Kemensos senilai Rp140 juta.
  2. Pembayaran biaya swab tes di Kemensos sebesar Rp30 juta.
  3. Pembayaran sapi kurban sebesar Rp100 juta.
  4. Pembayaran makan, minum dan akomodasi tim bansos, tim relawan dan tim pantau sebesar Rp200 juta.
  5. Pembayaran makan dan minum pimpinan sebesar Rp130 juta.
  6. Pembelian 2 unit sepeda merek Brompton seharga Rp120 juta masing-masing untuk Hartono dan Pepen Nazaruddin.
  7. Pembayaran kepada EO untuk honor artis Cita Citata dalam acara ‘Makan Malam dan Silaturahmi Kementerian Sosial RI’ di Ayana Komodo Resort Labuan Bajo tanggal 27 November 2020 sebesar Rp150 juta.
  8. Kegiatan operasional direktorat PSKBS sebesar Rp100 juta.
  9. Pembayaran sewa pesawat (private jet) untuk kegiatan kunjungan kerja terdakwa selaku Menteri Sosial dan rombongan Kemensos ke Lampung sebesar Rp270 juta.
  10. Pembayaran pesawat (private jet) terdakwa dan rombongan Kemensos dalam kunjungan kerja ke Denpasar, Bali, sebesar Rp270 juta.
  11. Pembayaran sewa pesawat (private jet) terdakwa dan rombongan Kemensos dalam kunjungan kerja ke Semarang sebesar US$18.000.
  12. Dan pengeluaran-pengeluaran lainnya yang digunakan untuk kegiatan operasional di Kemensos.

Aliran fee bansos dipergunakan oleh beberapa pejabat tinggi di lingkungan Kementrian Sosial atas sepengetahuan Juliari Batubara, seperti yang dilansir CNN Indonesia Jaksa menuturkan, Menteri Sosial RI sekaligus pengguna anggaran di Kemensos RI mengetahui atau patut menduga-duga uang tersebut diberikan karena terkait dengan penunjukan PT Pertani (Persero), PT Mandala Hamonangan Sude, dan PT Tigapilar Agro Utama serta beberapa penyedia barang lainnya dalam pengadaan bansos sembako

Penulis : Gie

Dapatkan update terbaru dari kami

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.